Posts

Program pelatihan karyawan merupakan hal penting sebagai cara meningkatkan kinerja kerja maupun produktivitas. Untuk itu perlu sekali diperhatikan apa saja indikator pelatihan karyawan, apa saja?

Indikator-indikator pelatihan karyawan menurut Mangkunegara (2006) diantaranya:

  1. Instruktur

Mengingat pelatih umumnya berorientasi pada peningkatan skill, maka para trainer yang dipilih untuk memberikan materi pelatihan karyawan harus benar-benar memiliki kualifikasi yang memadai sesuai bidangnya, personal dan kompeten, selain itu pendidikan intruktur pun harus benar-benar baik untuk melakukan pelatihan untuk karyawan.

  1. Peserta

Peserta pelatihan karyawan tentunya harus diseleksi berdasarkan persyaratan tertentu dan kualifikasi yang sesuai, selain itu peserta pelatihan juga harus memiliki semangat yang tinggi untuk mengikuti pelatihan bagi karyawan.

  1. Materi

Materi pelatihan karyawan SDM merupakan materi atau kurikulum yang sesuai dengan tujuan pelatihan karyawan SDM yang hendak dicapai oleh perusahaan dan materi pelatihan karyawan pun harus update agar si peserta dapat dapat memahami masalah yang terjadi pada kondisi yang sekarang.

  1. Metode

Metode pelatihan karyawan akan lebih menjamin berlangsungnya kegiatan program pelatihan sumber daya manusia yang efektif apabila sesuai dengan jenis materi dan komponen peserta pelatihan.

  1. Tujuan Pelatihan

Merupakan tujuan yang ditentukan, khususnya terkait dengan penyusunan rencana aksi (action play) dan penetapan sasaran, serta hasil yang diharapkan dari pelatihan yang akan diselenggarakan, selain itu tujuan pelatihan karyawan harus disosialisasikan sebelumnya pada para peserta agar  dapat memahami pelatihan karyawan perusahaan tersebut.

  1. Sasaran

Sasaran pelatihan untuk karyawan perusahaan harus ditentukan dengan kriteria yang terinci dan terukur (measurable).

Dengan adanya indikator pelatihan karyawan tersebut diharapkan efektivitas pelatihan karyawan dapat tercapai sehingga dapat dirasakan manfaat pelatihan karyawan tidak hanya bagi karyawan namun juga dapat dirasakan manfaat training karyawan dapat memberikan dampak perubahan bagi perusahaan.

 

Setelah proses rekrutmen dan seleksi karyawan baru, maka masih ada beberapa proses lagi yang harus dilalui. Diantaranya ada orientasi karyawan dan pelatihan untuk karyawan baru.

Orientasi karyawan  baru adalah proses dimana karyawan baru mendapatkan pengetahuan mengenai latar belakang, budaya kerja maupun visi-misi perusahaan. Tujuan orientasi karyawan baru adalah

  1. Membuat karyawan baru merasa diterima dan menjadi bagian dalam tim
  2. Memastikan karyawan baru memiliki informasi dasar agar dapat melakukan pekerjaan dengan baik
  3. Membantu karyawan baru mengerti organisasi secara luas (misalnya visi, misi, budaya, dan nilaiperusahaan)
  4. Membantu karyawan baru untuk memulai bersosialisasi dalam perusahaan

Setelah proses orientasi karyawan baru selesai maka proses selanjutnya adalah program pelatihan untuk karyawan baru. Tujuan pelatihan karyawan baru adalah peningkatan kemampuan yang dibutuhkan karyawan baru dalam melakukan pekerjaannya. Berikut proses pelatihan karyawan baru yang bisa digunakan dalam perusahaan

  1. Analysis

Perusahaan harus mengetahui dan menganalisa kebutuhan pelatihan karyawan yang juga disesuaikan dengan kompetensi karyawan.

  1. Design

Di tahap ini perusahaan harus memiliki rencana pelatihan karyawan secara keseluruhan, termasuk objektif, metode pelatihan karyawan, dan evaluasi training karyawan.

  1. Develop

Perusahaan perlu membuat konten dan materi pelatihan karyawan baru, mendesain bagaimana metode instruksional yang spesifik (apakah dengan lecture, case study, atau Web), memikirkan peralatan dan perlengkapan yang dibutuhkan untuk pelatihan karyawan perusahaan. Atau menggunakan jasa lembaga pelatihan karyawan.

  1. Implementation

Tahap implementasi, perusahaan harus mengembangkan prosedur pelatihan karyawan baru untuk melatih fasilitator dan karyawan. Prosedur untuk fasilitator mencakup materi pelatihan karyawan, metode pelatihan karyawan yang digunakan, dan sistem pengujian. Sedangkan prosedur untuk karyawan meliputi persiapan karyawan saat menggunakan alat pelatihan.

  1. Evaluation

Evaluasi pelatihan karyawan dapat dilihat efektivitas pelatihan karyawan. Apakah manfaat pelatihan untuk karyawan baru terlihat atau adanya hambatan dalam pelatihan karyawan. Sehingga dapat dilakukan strategi pelatihan terhadap karyawan baru yang efektif dan sesuai.

 

 

Program pelatihan dan pengembangan karyawan di perusahaan adalah hal yang penting sebagai cara meningkatkan produktivitas. Pemilihan lembaga pelatihan karyawan yang tepat patut menjadi pertimbangan. Pasalnya, ada banyak sekali pilihan lembaga training karyawan yang menawarkan berbagai program pelatihan karyawan unggulannya masing-masing. Untuk itu perusahaan harus menentukan lembaga pelatihan karyawan yang tepat dan terbaik dalam rangka upaya pengembangan SDM. Berikut cara memilih lembaga pelatihan karyawan yang tepat

  • Trainer

Lembaga training karyawan yang berkualitas dapat dilihat dari kualitas para trainernya. Pilihlah lembaga pelatihan yang mempunya trainer yang bersertifikasi dan dengan track record yang bagus.

  • Klien

Ketahui siapa saja yang pernah menggunakan jasa lembaga pelatihan karyawan tersebut. Caranya dengan melihat website atau media sosial yang dimiliki, lihatlah perusahaan mana saja yang sudah menggunakan jasa lembaga training karyawan tersebut, apakah perusahaan multinasional atau perusahaan abal-abal

  • Kualitas dan variasi materi pelatihan karyawan

Apakah lembaga pelatihan tersebut memilki materi training karyawan yang beragam yang bisa memenuhi kebutuhan pelatihan karyawan perusahaan Anda dan juga metode pelatihan karyawan yang mengikuti perkembangan zaman.

  • Pembelajaran yang berkelanjutan

Banyak sekali lembaga training yang hanya sekadar menyajikan pelatihan karyawan sehari atau dua hari dan selesai. Strategi pelatihan terhadap karyawan seamacam itu kurang efektif. Seharusnya lembaga pelatihan karyawan yang baik memiliki journey sebelum dan sesudah pelatihan, adanya persiapan sebelum proses pelatihan karyawan untuk peserta  pelatihan dan ada after work plan dan support berkelanjutan setelah pelatihan.

  • Selalu mengikuti perkembangan zaman

Seiring perkembangan zaman dan digitalisasi serta munculnya generasi-generasi baru yang menjadi peserta pelatihan karyawan, lembaga pelatihan terbaik akan mampu beradaptasi dalam memenuhi kebutuhan pelatihan dan pengembangan karyawan. Sehingga program pelatihan karyawan SDM yang ditawarkan juga sesuai dengan kebutuhan perusahaan saat ini.

 

 

Soft skill dapat diterjemahkan sebagai kemampuan yang dimiliki oleh karyawan diluar kemampuan akademis atau teknis. Bila seorang karyawan hanya baik dalam hard skill saja, sedangkan soft skill yang dimiliki kurang baik akan menghambat karyawan tersebut dalam menangani sebuah pekerjaan terutama yang berhubungan dengan orang lain dan akan sering menimbulkan konflik. Untuk itulah perusahaan perlu memberikan pelatihan soft skill untuk karyawan. Karyawan dengan soft skill yang baik biasanya dapat menyelesaikan pekerjaan secara baik pula dan dapat memberikan hasil yang lebih maksimal.

Jenis pelatihan karyawan soft skill terdiri dari dua ketegori, yang pertama adalah intrapersonal skill. Yang termasuk ke dalam  jenis intrapersonal skill adalah kesadaran diri, penilaian diri, kemauan untuk terus belajar, keberanian, sikap fleksibel, komitmen, motivasi, tujuan hidup, kesadaran emosional, keahlian diri, keterampilan komunikatif, kemampuan berpikir kritis, kreativitas, manajemen stress, manajemen waktu, dan keahlian negosiasi.

Sedangkan soft skill yang kedua adalah interpersonal skill. Yang termasuk ke dalam interpersonal skill adalah kesadaran sosial, orientasi pelayanan, empati, moralitas, keterampilan sosial, manajemen konflik, kepemimpinan, etika kerja, dan sopan santun.

Tidak hanya mencari cara meningkatkan produktivitas, harusnya perusahaan juga berfikir bagaimana meningkatkan soft skill yang dimiliki oleh karyawan. Hal ini bisa dilakukan dengan memberikan program pelatihan karyawan soft skill kepada karyawan. Pelatihan soft skill kepada karyawan dinilai sebagai salah satu kebutuhan pelatihan karyawan yang perlu diberikan di perusahaan saat ini.

Contoh pelatihan karyawan soft skill yang dimiliki oleh Improvement Focus® sebagai lembaga pelatihan karyawan terpercaya adalah Manajemen Konflik, How To Handle Difficult People, How To Handle My Stress, Sense of Belonging, Lean Leadership dan masih banyak yang lainnya.

Sebagai pemilik usaha haruslah pandai-pandai dalam memilih materi pelatihan karyawan yang sesuai dengan kebutuhan pelatihan karyawan. Karena pelatihan karyawan yang efektif dapat dirasakan manfaat pelatihan karyawan itu sendiri tidak hanya untuk karyawan tetapi juga memberikan dampak bagi perusahaan.

 

Program pelatihan dan pengembangan karyawan sangat dibutuhkan oleh perusahaan. Ditengah persaingan bisnis tentunya diperlukan Sumber Daya Manusia terbaik dan tentunya dalam mendapatkan SDM terbaik dan tepat tidaklah mudah. Pemilik usaha harus mengetahui kondisi dan kebutuhan perusahaan dan hal penting lainnya adalah pemahaman tentang ilmu pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) itu sendiri.

Salah satu cara memahami SDM adalah dengan mengikuti program pelatihan karyawan. Namun pelatihan SDM biasanya dikenakan biaya yang cukup mahal, bagi perusahaan besar mungkin tidak terlalu mempermasalahkan biaya. Tetapi bagi perusahaan rintisan dan UMKM, biaya pelatihan SDM yang relatif mahal hingga jutaan menjadi pertimbangan untuk ikut serta dalam pelatihan karyawan tersebut. Padahal, program pelatihan SDM sangat penting dalam mencapai kesuksesan perusahaan melalui pengelolaan dan pengembangan SDM yang baik.

Banyak cara yang bisa dilakukan pemilik usaha untuk mensiasati biaya pelatihan karyawan. Bisa dengan mengikutsertakan leader dalam sebuah pelatihan untuk karyawan, yang kemudian leader tersebut membagikan ilmu yang didapatkannya dari program pelatihan SDM kepada anggota timnya. Namun jika perusahaan memiliki alokasi dana untuk pengembangan karyawan tidak ada salahnya jika menunjuk sebuah lembaga pelatihan karyawan untuk kebutuhan pelatihan karyawan.

Banyak juga lembaga training karyawan yang menyelenggarakan training karyawan dengan harga yang ekonomis bila mendaftarkan beberapa peserta pelatihan karyawan. Hanya saja perlu lebih teliti membandingkan lembaga pelatihan karyawan satu dengan yang lain untuk mendapatkan biaya pelatihan karyawan terbaik dan juga metode pelatihan karyawan yang tepat.

Dari semua permasalahan biaya training karyawan, yang perlu dipertimbangkan juga adalah efektivitas pelatihan karyawan itu sendiri. Perusahaan perlu melakukan evaluasi pelatihan karyawan yang telah dilakukan. Karena hanya akan sia-sia mengeluarkan banyak biaya untuk pelatihan karyawan jika tidak didapatkan manfaat pelatihan karyawan itu sendiri.