Posts

Seiring dengan perkembangan zaman, pengembangan skill karyawan merupakan hal wajib yang perlu dilakukan oleh perusahaan agar tetap mampu bersaing dengan para kompetitornya. Apa saja jenis pengembangan karyawan yang harus dilakukan oleh perusahaan

Memotivasi karyawan

Pertama kali yang harus dilakukan oleh perusahaan adalah dengan cara memberi motivasi pada karyawan yang dimiliki. Berikan motivasi tentang manfaat pengembangan karyawan bagi perusahaan maupun bagi karyawan sendiri dan apa yang dimaksud pengembangan karyawan itu. Agar karyawan dengan senang hati dan bersemangat mengikuti program pengembangan dan pelatihan karyawan yang diadakan oleh perusahaan,

Program pelatihan karyawan

Salah satu cara meningkatkan kualitas SDM yang dimiliki, perusahaan harus memiliki strategi dan rencana pelatihan karyawan yang jelas. Biasanya program ini akan disusun oleh bagian HRD. Indentifikasi kebutuhan pelatihan karyawan yang sesuai dengan kebutuhan pelatihan karyawan. Selain itu evaluasi pelatihan karyawan perlu dilakukan setelah pelatihan karyawan selesai diadakan untuk mengetahui efektivitas pelatihan karyawan itu sendiri.

Tujuan dan target yang jelas

Perusahaan harus memiliki target jelas, target ini ditetapkan dengan perhitungan yang detail, dengan mempertimbangkan kondisi pasar dan kemampuan karyawan yang dimiliki. Ketidakjelasan target pada level karyawan bisa menjadi faktor utama turunnya produktivitas karyawan.

Apresiasi

Setiap karyawan pasti akan senang saat apa yang dikerjakan diapresiasi oleh perusahaan. Hal ini bisa menjadi cara meningkatkan produktivitas dan sense of belonging pada karyawan. Memberikan apresiasi perlu dilakukan agar karyawan merasa berpartisipasi dalam pencapaian perusahaan. Berbagai bentuk apresiasi bisa yang bisa diberikan kepada karyawan diantaranya, pemberian status karyawan terbaik, insentif tambahan, atau tiket liburan hingga promosi jabatan. Selain itu membuat suasana kerja menjadi nyaman dan menyenangkan tentunya dapat mendukung sebagai cara meningkatkan kinerja karyawan.

 

 

 

Makin turunnya penjualan produk di tengah pandemi COVID-19 membuat sejumlah pebisnis harus memutar otak lebih keras agar usaha bisa tetap berjalan. Berikut lima strategi pemasaran produk yang bisa dilakukan:

  1. Empathy

Di masa pandemi ini, berjualan dengan empati akan lebih menarik ketimbang berjualan secara hard selling. Jadi, sebagai sebuah merek juga harus bisa melihat situasi di tengah krisis dan bagaimana sebuah brand dapat berempati baik terhadap konsumen maupun karyawan

  1. Solution

Agar bisa bertahan, setidaknya sebuah merek harus bisa memberikan solusi yang dibutuhkan di tengah pandemi. Seperti misalnya salah satu lembaga pelatihan karyawan yang menyelenggarakan pelatihan karyawan online

  1. Giving

Masa krisis ini berarti waktunya untuk saling memberi. Misalnya, dengan program CSR ataupun menyumbang sejumlah dana untuk penanganan Covid-19.

  1. Useful

Jenis strategi pemasaran ini merupakan strategi bagaimana sebuah merek bisa berguna dan bisa menciptakan manfaat sosial, bukan hanya bisnis. Contoh strategi pemasaran ini misalkan, menggratiskan fitur hiburan selama 7 hari yang berguna bagi masyarakat yang kini tengah membutuhkan hiburan selama di rumah aja.

  1. Responsible

Merek merupakan corporate citizen, sehingga juga punya tanggung jawab terhadap bukan hanya mencari cara meningkatkan profit saja. Konsep strategi pemasaran ini bisa dalam bentuk seperti yang dilakukan sebuah gerai kopi terkenal, yang memberikan kartu tanda suhu tubuh penjual yang akan diberikan kepada konsumen. Sehingga menunjukkan bahwa merek ini memiliki tanggung jawab kepada publik dengan memastikan barista mereka sehat, sehingga konsumen tidak akan khawatir bahwa produk yang dibeli tidak akan tertular virus corona.

 

Mengalami rasa bosan dalam menjalani pekerjaan dan rutinitas sehari-hari adalah hal yang alami. Tetapi jangan menjadikan hal tersebut alasan yang akhirnya merugikan diri sendiri. Apa saja sih yang bisa dilakukan sebagai cara meningkatkan motivasi bekerja? Berikut yang bisa dicoba cara meningkatkan motivasi karyawan

  1. Ingat Tujuan Awal

Saat diterima menjadi karyawan apa yang kita rasakan? Pastinya bangga dan bahagia serta semangat kerja sangat tinggi. Karena itu ketika motivasi kerja menurun penting untuk mengingat kembali tujuan awal kita bekerja dan bagaimana perasaan kita saat pertama kali diterima bekerja.

  1. Berpikir positif dan bersyukur

Pikiran yang selalu negatif  tidak akan membawa dampak buruk bagi diri sendiri, untuk itu usahakan untuk selalu berfikir positif dan mensyukuri apa yang sudah kita dapatkan. Berpikir positif dan selalu bersyukur akan membantu untuk tetap tenang dan meningkatkan semangat serta motivasi dalam bekerja, karena apa yang dilakukan tidak menjadi beban.

  1. Beri penghargaan untuk diri sendiri

Memberi penghargaan untuk diri sendiri juga sangat penting, seperti : makan makanan yang kita sukai, berlibur, ke bioskop ataupun santai sejenak dari rutinitas.

  1. Jangan takut dan ragu

Saat motivasi kerja menurun maka akan timbul rasa takut dan ragu akan apa yang dilakukan. Takut apa yang kita kerjakan salah, tidak sesuai target atau mulai mecurigai teman kerja karena takut posisinya akan digeser. Hal itu yang membuat semakin terpuruk dan sulit untuk bangkit lagi. Jadi jangan takut atau ragu jika menghadapi masalah saat bekerja, hadapi dengan percaya diri dan penuh keyakinan.

  1. Cintai yang kamu lakukan

Pekerjaan yang paling menyenangkan adalah melakukan apa yang kita sukai, karena dengan begitu apapun yang terjadi kita akan senang menjalaninya. Sehingga mencintai apa yang kita lakukan merupakan salah satu cara meningkatkan motivasi kerja

  1. Ambil waktu untuk istirahat

Terlalu lelah bekerja bisa mengakibatkan stress dan akhirnya tidak memiliki motivasi kerja lagi. Oleh karena itu ambil waktu istirihat atau cuti akan membantu mengurangi stress.

  1. Ikuti seminar dan pelatihan karyawan

Program pelatihan karyawan saat ini banyak ditemui dengan berbagai macam materi pelatihan karyawan. Pelatihan karyawan juga bisa menjadi salah satu cara meningkatkan motivasi dalam bekerja, karena dengan mengikuti training karyawan akan menambah wawasan juga kemampuan baru sehingga akan mendapat tantangan baru.

 

Situasi pandemi saat ini sangat berpengaruh diberbagai bidang, munculnya pembatasan kegiatan sosial dan pysical distancing membuat berbagai bidang terkena imbasnya. Mulai dari perusaahaan, lembaga pelatihan karyawan, restaurant pun terkena dampaknya. Selain itu, kebijakan work from home memang dianjurkan saat masa pandemi ini untuk memutus rantai penyebaran virus. Namun tidak semua perusahaan dapat memberlakukan kebijakan WFH, seperti industri manufactur maupun pelayanan/service. Nah sebagai manajemen perusahaan, apa saja sih yang harus dilakukan agar karyawan tetap aman bekerja? Berikut beberapa tips yang bisa diaplikasikan

  • Berikan panduan

Hal yang paling ditakutkan adalah tidak mengetahui apapun tentang virus corona itu sendiri. Berikan edukasi dan panduan kepada karyawan mengenai virus corona. membuat panduan instruksional yang siap pakai bagi karyawan yang tidak hanya mendidik mereka tentang infeksi virus, tetapi juga mencari cara untuk menghindarinya. Menempelkan poster di dinding, email, grup obrolan, ini akan meredakan kepanikan karyawan. Contoh lainnya bisa dengan memberitahu bagaimana cara mencuci tangan yang baik dan benar

  • Jaga kebersihan lingkungan perusahaan

Jika perusahaan Anda tidak bisa menerapkan WFH, pertahankan lingkungan perusahaan tetap bersih, ketahui persediaan alat dan bahan untuk membersihkan perusahaan, siapkan hand sanitizer di tempat yang karyawan banyak berlalu lalang, pastikan ventilasi udara yang baik bagi karyawan. Selain itu, lakukan pengecekan secara berkala terhadap kebersihan lingkungan perusahaan minimal satu kali dalam sehari.

  • Perhatikan kesehatan karyawan

Terutama saat ini, dukungan kesehatan perlu terus ada dimanapun karyawan berada. Siapkan 1 dokter khusus untuk menangani segala keluhan kesehatan terlebih jika ada yang menunjukkan gejala virus corona. Atau bisa juga dengan membagikan suplemen secara berkala untuk karyawan, ini menunjukkan bahwa perusahaan memang peduli terhadap karyawan

  • Mempertimbangkan kembali kebijakan cuti

Untuk karyawan yang dicurigai sakit, atau mulai merasa sakit di siang hari, terutama mereka yang telah bepergian, dapat dianjurkan untuk cuti hingga kondisinya membaik sesuai rekomendasi dari dokter

Dengan menerapkan beberapa tips di atas diharapkan tetap bisa menjadi cara meningkatkan produktivitas karyawan dan cara meningkatkan kinerja karyawan di situasi pandemi ini. Dan dengan adanya kepedulian dari perusahaan tentunya dapat meningkatkan kepuasan karyawan dan dapat menambah loyalitas karyawan terhadap perusahaan.

 

Kemunculan kebijakan work from home tentunya membawa tantangan tersediri, terutama dalam hal pengelolaan karyawan.Meskipun situasi sedang tidak kondusif, namun seorang leader harus memastikan tim yang ia pimpin tetap bisa produktif dan memberi kinerja yang maksimal bagi perusahaan. Sehingga cara meningkatkan produktivitas kerja dan cara meningkatkan kinerja karyawan menjadi PR tersendiri bagi seorang leader.

Berikut beberapa tips cara mengelola karyawan saat work from home,

  • Tentukan jam kerja online

Cara meningkatkan produktivitas karyawan meskipun sedang bekerja dari rumah, bisa dimulai dengan menerapkan jam kerja khusus, misalnya dari pukul 9.00 hingga 17.00. Pada jam kerja yang sudah ditentukan tersebut karyawan dapat dipantau secara online sehingga membantu mereka tetap fokus untuk menyelesaikan tugas yang mereka miliki dan mengantisipasi karyawan yang mangkir dari pekerjaan.

  • Lakukan daily check-inantar anggota tim 

Lakukan daily check-in baik satu persatu ataupun bersama tim secara rutin dengan memanfaatkan aplikasi  rapat online atau virtual meeting. Tujuan dilakukannya daily check-in adalah untuk memudahkan leader dalam menentukan agenda, memberi umpan balik ataupun memastikan sumber daya apa yang dibutuhkan oleh tim selama work from home.

  • Jaga komunikasi dengan memanfaatkan teknologi

Salah satu hal penting dalam cara mengelola SDM saat work from home adalah memastikan setiap anggota tim tetap saling terhubung, untuk itu cara berkomunikasi efektif sangat diperlukan.

  • Pastikan tim memiliki sumber daya yang mendukung 

Tidak hanya menentukan tools  yang tepat, pastikan bahwa setiap anggota tim juga tidak memiliki kendala dalam menggunakan perangkat yang dibutuhkan seperti pada laptop, perangkat lunak, kecepatan internet ataupun pelatihan karyawan secara online.

  • Kelola ekspektasi 

Leader harus bisa membantu tim mengetahui apa saja yang harus mereka lakukan selama work from home dan ekspektasi seperti apa yang diharapkan dari pekerjaan mereka, seperti ruang lingkup pekerjaan, tenggat waktu dan hasil dari setiap tugas dan proyek yang dikerjakan. Dengan begitu mereka tahu arah dan fokus yang harus mereka lakukan saat bekerja.

  • Berikan dukungan emosional 

Karyawan yang bekerja dari rumah rentan mengalami stres, gangguan kecemasan dan rasa kesepian. Itu sebabnya akan lebih baik leader dapat memberikan dukungan emosional pada setiap anggota tim.

  • Lakukan evaluasi

Untuk memastikan  penerapan kebijakan work from home sudah tepat, lakukan evaluasi secara teratur kinerja anggota tim. Apakah produktivitas mereka tetap stabil, meningkat atau justru sebaliknya semakin menurun. Analisa dan lakukan evaluasi untuk melihat hambatan apa yang dialami karyawan serta solusi apa yang harus diambil untuk mengatasi hal tersebut.

Meskipun mengelola karyawan selama work from home terasa lebih sulit dan menantang, namun dengan adanya aturan yang tepat dan memberi kepercayaan pada karyawan pasti semua akan berjalan lancar.