Kebutuhan Pelatihan Karyawan

      Tak ada komentar pada Kebutuhan Pelatihan Karyawan

Pelatihan kerja karyawan berdasarkan UU No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan adalah keseluruhan kegiatan untuk memberi, memperoleh, meningkatkan, serta mengembangkan kompetensi kerja, produktivitas, disiplin, sikap, dan etos kerja pada tingkat keterampilan dan keahlian tertentu sesuai dengan jenjang dan kualifikasi jabatan atau pekerjaan.

Kebutuhan pelatihan karyawan berhubungan erat terhadap hasil kinerja karyawan. Oleh karena itu, dibutuhkan sebuah penilaian untuk mengukur kinerja karyawan dan pelatihan karyawan dilaksanakan setelah ada hasil dari penilaian tersebut. Program pelatihan karyawan dilakukan dengan tujuan agar para karyawan memiliki pengetahuan, metode pelatihan karyawan sesuai dengan tuntutan pekerjaan yang mereka lakukan. Pelatihan karyawan yang efektif, dapat memberikan efek yang baik kepada karyawan sehingga dapat menjadi cara pengembangan karyawan dan mampu memahami beberapa hal terkait pekerjaannya

Keberadaan SDM dalam organisasi maupun perusahaan sangat penting. Kualitas SDM yang baik dan maju akan memberikan efek positif terhadap organisasi itu sendiri. Untuk itu agar perusahaan maju dan dapat bersaing dengan kompetitornya, maka dibutuhkan SDM yang kompeten dan berkualitas untuk mendukung kemajuan perusahaan. Bagaimana cara menjadikan SDM tersebut berkualitas? tentunya perusahaan harus memiliki rencana pelatihan karyawan untuk meningkatkan kualitas karyawannya.

Manfaat pelatihan karyawan bagi perusahaan:

  1. Perusahaan dapat bersaing dengan para kompetitor dan menyesuaikan diri dengan kemajuan zaman.
  2. Perusahaan mampu menyiapkan dan menjawab tantangan di masa depan.
  3. Perusahaan dapat menghadirkan produk berkualitas yang dapat meningkatkan citra perusahaan itu sendiri.
  4. Perusahaan dapat mempersiapkan karyawan-karyawan untuk menduduki jabatan yang lebih tinggi.
  5. Sebagai cara meningkatkan profit perusahaan

Manfaat pelatihan untuk karyawan adalah sebagai berikut:

  1. Karyawan mengerti dan bertanggungjawab terhadap jobdesknya.
  2. Karyawan dapat menghindari kesalahan yang dapat menyebabkan kerugian terhadap dirinya dan perusahaan.
  3. Citra karyawan dapat meningkat karena terupgradenya skill serta attitude dirinya.
  4. Sebagai cara meningkatkan produktivitas kerja

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *