Key Performance Indicator (KPI) atau Indikator Kinerja Utama merupakan suatu metode yang dapat digunakan organisasi atau perusahaan untuk mendefinisikan dan mengukur kemajuan menuju tujuan. Key Performance Indicators bersifat kuantitatif yang disetujui sebelumnya oleh manajemen dan mencerminkan faktor-faktor penentu keberhasilan sebuah organisasi atau perusahaan. Key Performance Indicator biasanya berbeda pada setiap organisasi atau perusahaan tergantung pada jenis,bentuk dan visi misinya.

Key Performance Indicator atau KPI bertujuan untuk memastikan berjalannya tugas organisasi atau perusahaan yang diberikan kepada masing-masing individu atau unit. Penggunaan instrumen ini berfungsi untuk mengevaluasi kinerja organisasi atau perusahaan berbasis unit maupun untuk memotret keseluruhan organisasi atau perusahaan secara general dengan mengevaluasi bagian terkecil.

 

Berikut ini tiga tahapan untuk penyusunan Key Performance Indicator:

 

  1. Tahapan pertama : menyusun tujuan besar Key Performance Indicator dan implementasinya. Tujuan menggambarkan target strategis yang akan dicapai.
  2. Tahapan kedua yaitu menetukan unit analisa yang harus disusun dengan rinci dengan definisi operasional yang dapat dipahami dan jelas. Kesalahn membuat unit analisa dan definisi operasional dapat mengaburkan validitas hasil yang diperoleh menggunakan instrumen Key Performance Indicator.
  3. Tahapan ketiga adalah menyusun item evaluasi yang ideal dalam Key Performance Indicator tidak melampaui jumlah 15 butir item.

 

Demikian hal – hal mengenai KPI yang perlu kamu ketahui.Bila kamu membutuhkan bantuan untuk mengatasi masalah di perusahaan kamu?  Semua itu bisa kamu dapatkan dengan mengikuti training and  development program di Focus Improvement. Hubungi kami melalui telepon ke 0818-8188-99919 atau 0878-4169-6118 untuk mendapatkan saran program pelatihan kepemimpinan sesuai kebutuhan organisasi Kamu.

 

Monitoring evaluasi terbukti mampu meningkatkan dan mengembalikan produktivitas dan kualitas karyawan dalam bekerja. Lalu, bagaimana cara monitoring evaluasi untuk meningkatkan produktivitas karyawan tersebut?

Untuk mengetahuinya, perhatikanlah tips berikut ini!

 

  1. Ketahui Kompetensi Tiap Karyawan

Sebelum memantau dan mengevaluasi kinerja karyawan, Kamu harus mengetahui kompetensi tiap karyawan. Dengan mengetahui kompetensi tersebut, Kamu bisa mengetahui job description tiap karyawan.

  1. Pantau Setiap Aktivitas Karyawan

Setelah mengetahui kompetensi tiap karyawan, pantaulah seluruh aktivitas yang sudah dilakukan karyawan.

 

  1. Pantau Sudah Sejauh Mana Karyawan Menyelesaikan Target Pekerjaan

Setiap karyawan dalam satu periode memiliki target kerja yang harus dikerjakan dan diselesaikan. Di modul Performance, Kamu bisa memanfaatkan fitur Goals & KPI.

 

  1. Berikan Penilaian Kinerja

Dengan memberikan penilaian kinerja, karyawan akan mengetahui nilai atau skor yang didapatkan karyawan. Dengan membuat laporan kinerja ini akan memberikan penilaian secara akurat dan menampilkan hasil penilaian kinerja karyawan.

 

  1. Evaluasi Hasil Kinerja

Setelah kamu melakukan monitoring dan mereview kinerja karyawan hingga mendapatkan hasil penilaian, maka hal terakhir yang dilakukan adalah evaluasi kinerja.

Pada tahap ini, kamu bisa berbicara kepada karyawan tentang hasil pencapaian yang sudah dilakukannya. Jika ternyata dari hasil tersebut buruk, maka Kamu bisa menanyakan langsung hambatan apa yang sedang karyawan rasakan, maka hal ini akan menghasilkan solusi terbaik untuk meningkatkan kinerja karyawan.

 

Selain itu, jika evaluasi karyawan memberikan hasil yang baik maka dapat menjadi penentu apakah karyawan bisa mendapatkan promosi, reward, atau kenaikan gaji.

 

Demikian hal – hal mengenai pentingnya monitoring evaluasi kinerja karyawan yang perlu kamu ketahui.Bila kamu membutuhkan bantuan untuk mengatasi masalah di perusahaan kamu?  Semua itu bisa kamu dapatkan dengan mengikuti training and  development program di Focus Improvement. Hubungi kami melalui telepon ke 0818-8188-99919 atau 0878-4169-6118 untuk mendapatkan saran program pelatihan kepemimpinan sesuai kebutuhan organisasi Kamu.

Di dunia industri kalian akan menemui TPM atau Total Production Management yang juga punya ragam istilah. Pada kesempatan kali ini kita akan membahas tiga di antaranya, yaitu cycle time, takt time, dan lead time.

 

  1. Cycle Time

Cycle Time diartikan sebagai waktu yang dibutuhkan seorang operator untuk menyelesaikan 1 siklus pekerjaannya termasuk untuk melakukan kerja manual dan berjalan.

  1. Takt Time

Batasan umum takt time adalah waktu yang “diinginkan” untuk membuat satu unit keluaran produksi. Takt time berbeda dengan cycle time (CT) karena takt time (TT) tidak diukur dengan stopwatch, tetapi harus dihitung dengan formula sebagai berikut :

      •  Berdasarkan sudut pkamung pelanggan :

               Takt time = Waktu operasi yang tersedia / Permintaan pelanggan

      • Berdasarkan sudut pkamung operasi :

              Takt time = Waktu operasi yang tersedia / Ramalan permintaan

  1. Lead Time

Lead Time adalah waktu rata-rata untuk mengalirnya satu unit produk di sepanjang proses (dari awal sampai akhir) termasuk waktu menunggu (waiting time) antara sub-sub proses.

 

Lead time = Cycle time x Unit WIP x Jumlah operasi + Delay antara proses (terencana dan takterencana)

 

Dalam praktiknya, istilah Lead Time selalu berarti Production Lead Time, tetapi secara teknis, terdapat beberapa jenis lead time yaitu : Production Lead Time, Order Lead Time dan Order-to-Cash Time.

  • Production Lead Time ialah waktu dari ketika pabrik menerima order sampai ketika produk dikirimkan.

Production lead time = A + B + C

Di mana:

A = Waktu dari isu pesanan produksi sampai mulai produksi.

B = Waktu mulai fabrikasi sampai akhir (waktu proses + delay).

C = Waktu melengkapi dari unit pertama sampai satu lot.

  • Order Lead Time adalah waktu dari ketika pelanggan menempatkan order sampai ketika delivery produk diterima.
  • Order-to-Cash Time adalah waktu dari ketika mendapatkan pesanan pelanggan sampai ketika mendapatkan pembayaran. Waktu ini mungkin lebih pendek atau lebih panjang dibandingkan order lead time.

 

Nah ternyata banyak juga ya istilahnya. Sekarang Kamu tahu bagaimana mengukur kinerja perusahaan Kamu.Bila kamu membutuhkan bantuan untuk mengatasi masalah di perusahaan kamu?  Semua itu bisa kamu dapatkan dengan mengikuti training and  development program di Focus Improvement. Hubungi kami melalui telepon ke 0818-8188-99919 atau 0878-4169-6118 untuk mendapatkan saran program pelatihan kepemimpinan sesuai kebutuhan organisasi Kamu.

Dalam lingkup pekerjaan dan perusahaan pasti sudah tak asing lagi dengan istilah SOP atau Stkamur Operasional Prosedur. SOP adalah sistem pengaturan atau prosedur yang penting dalam sebuah organisasi atau perusahaan yang terstruktur. Itulah mengapa SOP adalah hal sangat penting diterapkan pada perusahaan, salah satunya adalah untuk mendapat kepercayaan konsumen ketika akan membuka cabang baru atau memproduksi barang baru.   SOP disusun sesuai dengan kebutuhan, visi dan misi masing-masing perusahaan atau organisasi dengan tujuan yang berbeda-beda. Atas dasar tersebut, SOP pun memiliki tujuan positif, yaitu untuk menjaga kestabilan operasional perusahaan, serta untuk menjaga kualitas dari produk dan jasa yang dihasilkan. Penyusunan SOP dalam suatu perusahaan atau bisnis, mempunyai beberapa tujuan sebagai berikut :
  1. Mengupayakan peningkatan kinerja karyawan.
  2. Salah satu cara menjamin kualitas produk bagi konsumen.
  3. Mengupayakan peningkatan keuntungan perusahaan.
  4. Sarana pengembangan perusahaan.
SOP juga memiliki tujuan sebagai dasar aturan cara kerja seluruh individu dalam bekerja dan sekaligus membangun kualitas. Secara umum, tujuan SOP adalah untuk menjamin setiap unit kerja menjalankan aktivitas dengan tepat, cepat, efektif, efisien, dan terhindar dari kesalahan. Walaupun fungsi utama SOP adalah sebagai alat pandu. Untuk lebih rinci fungsi SOP adalah sebagai berikut ini penjelasan detailnya :
  1. Pedoman Kerja, yaitu dengan adanya SOP, maka kinerja pegawai bisa lebih terarah dan optimal. Karyawan akan tahu apa saja yang harus dikerjakan dan hal mana yang tidak boleh dilakukan. Dengan demikian, tujuan organisasi atau perusahaan bisa lebih mudah tercapai.
  2. Dasar Hukum, yaitu jika terdapat suatu kesalahan padahal karyawan sudah melakukan pekerjaan sesuai SOP, maka akan menjadi pertimbangan hukum tertentu yang meringankan.
  3. Informasi Hambatan Kerja, yaitu SOP tidak hanya berisi tentang prosedur kerja, tapi juga soal kemungkinan hambatan dan kendala yang bisa saja dihadapi oleh para karyawan.
  4. Pengontrol Disiplin Kerja, yaitu secara keseluruhan, SOP mengandung sejumlah aturan yang harus dipatuhi oleh para karyawa sekaligus adanya konsekuensi berupa sanksi
Demikian hal – hal mengenai alasan pentingnya SOP perusahaan yang perlu kamu ketahui.Bila kamu membutuhkan bantuan untuk mengatasi masalah di perusahaan kamu?  Semua itu bisa kamu dapatkan dengan mengikuti training and  development program di Focus Improvement. Hubungi kami melalui telepon ke 0818-8188-99919 atau 0878-4169-6118 untuk mendapatkan saran program pelatihan kepemimpinan sesuai kebutuhan organisasi Kamu.

Setiap orang pasti tentunya berharap memiliki kondisi keuangan yang stabil dan terjamin, bukan? Namun, pada era ini yang dipenuhi dengan banyak lifestyle baru bermunculan yang membuat sebagian orang kesulitan dalam mengatur porsi keuangan mereka. Nah, maka dari itu Blitz Psychology merangkum beberapa manfaat yang bisa kamu dapatkan dengan pengelolaan keuangan yang baik.

Yuk simak!

  1. Melatih untuk Menjalankan Pola Hidup Hemat

Atur keuangan kamu di setiap bulannya, dengan mendahulukan kewajiban, kebutuhan serta menghilangkan atau meniadakan utang yang bisa menimbulkan masalah dalam keuangan Kamu. Hemat juga dapat mengontrol Pengeluaran Kamu yang mungkin sering berlebihan.

  1. Berlatih Untuk Lebih Tertib dan Teratur

Selain hemat, jika dapat mengelola keuangan dengan baik, maka hidup Kamu akan lebih tertib dan teratur. Segala hal yang akan inginkan, termasuk kebutuhan Kamu sendiri dan keluarga selalu terencana dengan detail.

  1. Mengurangi Stres

Stres adalah masalah kesehatan yang bisa membahayakan Kamu. Jika Stres sudah terlalu meninggi, Kamu bisa berisiko terkena penyakit lainnya, bahkan menimbulkan kematian. Oleh karena itu, mulailah kelola keuangan Kamu dengan baik sekarang juga serta hindari hal-hal yang dapat memicu stress.

  1. Memiliki Perencanaan Masa Depan Yang Lebih Baik

Jika sudah bisa berhemat dan menjalani hidup dengan lebih ringan tanpa masalah utang, bisa dipastikan bahwa perencanaan masa depan Kamu juga jauh lebih baik.

  1. Bisa Memiliki Perlindungan Dari Kejadian yang Tidak Terduga

Kita tidak pernah tahu apa yang sewaktu-waktu bisa menimpa kita di masa depan nanti. Dalam hal ini tentunya risiko terburuk yang bisa dihadapi yang membutuhkan perlindungan untuk diri kita atau keluarga kita. Dengan mengatur keuangan yang tepat, maka Kamu juga akan memikirkan tentang hal ini, bagaimana memilih perlindungan yang sesuai untuk kita, misalnya dalam bentuk asuransi.

  1. Menghindarkan Diri Dari Utang

Keberadaan utang hanya manis di awal, namun pahit di akhir. Kita harus melunasi uang yang kita pernah pinjam ke lembaga keuangan, atau kepada pihak tertentu, yang mana dengan adanya kelebihan uang berupa bunga yang cukup besar. Bukankan ini hanya akan menambah pengeluaran kita menjadi lebih besar lagi.

  1. Utamakan Sedekah

Sebagian orang percaya bahwa sedekah membawa kebahagiaan dan ketenangan dalam hidup ini. Untuk bisa bersedekah dengan maksimal, tentunya kita perlu mengatur keuangan kita terlebih dulu. Tidak akan ada kerugian yang Kamu terima, sekalipun jika rajin bersedekah.

 

Masih mau dapat tips dan trik keren mengenai dunia psikologi

Yuks Follow Kami di Blitz Psychology

 

Keyword : Jenis pelatihan dan pengembangan karyawan, Contoh program pelatihan karyawan. Cara pengembangan karyawan